BBKSDA Jabar Sebut Hutan Gunung Tangkuban Parahu Habitat Asli Macan Tutul
jabar.jpnn.com, BANDUNG BARAT - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat memastikan kawasan kaki Gunung Tangkuban Parahu merupakan habitat asli macan tutul yang saat ini dicari setelah lepas dari kandang karantina di Lembang Park & Zoo, Kabupaten Bandung Barat.
Humas BBKSDA Jabar Eri Mildranaya mengatakan, berdasarkan penelitian ilmiah yang dilakukan di kawasan tersebut, populasi macan tutul memang sudah tercatat.
"Perlu diketahui bahwa kaki Gunung Tangkuban Parahu merupakan habitat asli dari macan tutul itu sendiri. Berdasarkan penelitian, di kawasan itu sudah ada sembilan ekor yang tertangkap kamera," kata Eri di Bandung, Selasa (9/9).
Baca Juga:
Eri menambahkan, temuan jejak kaki, laporan masyarakat, hingga hasil pengamatan dengan drone thermal menunjukkan arah pergerakan satwa tersebut menuju kawasan hutan lindung di kaki Gunung Tangkuban Parahu.
"Kami menyasar lokasi rumah-rumah warga dan kandang ternak di sekitar jalur pergerakan. Jejak terakhir ditemukan di gubuk dan lahan pertanian yang mengarah ke kawasan hutan lindung. Maka kami simpulkan dugaan kuat macan tutul sudah berada di dalam kawasan,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Tim Pencarian Ujang Acep, menambahkan bahwa daya jelajah macan tutul bisa mencapai 400 hektare sehingga kemungkinan besar satwa tersebut telah cukup jauh masuk ke hutan sejak dua hari terakhir.
Baca Juga:
“Kalau sudah dua hari lebih, kemungkinan besar sudah cukup jauh masuk ke hutan. Kami simpulkan macan tutul sudah mengarah ke kaki Gunung Tangkuban Parahu,” kata Ujang.
Menurut Ujang, pencarian kini difokuskan menggunakan teknologi drone thermal yang diterbangkan setiap malam.
BBKSDA Jabar memastikan macan tutul lepas dari Lembang Park & Zoo, sudah masuk ke hutan lepas Gunung Tangkuban Parahu.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News