5 Rekomendasi Langkah Cepat Selamatkan BPJS dari Jurang Keterpurukan
jabar.jpnn.com, BOGOR - BPJS sedang dalam fase krusial suksesi untuk memperbaiki carut-marut pengelolaannya.
Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus pun turut menyoroti hal ini.
Bagi IAW, lembaga sebesar BPJS yang mengelola nyawa dan dana ratusan triliun rakyat, digerakkan oleh proses rekrutmen yang cacat hukum, konflik kepentingan dan tidak menjaga etika, sangatlah berbahaya.
Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) nekat mengambil alih peran menteri, membentuk Panitia Seleksi (Pansel) secara tidak profesional dan bahkan terkesan seenaknya tanpa memikirkan akibat jangka panjang bagi kelangsungan BPJS.
Audit BPK selama satu dekade terakhir menunjukkan BPJS adalah proyek raksasa yang belum beres, karena pernah defisit Rp125 triliun di tahun 2019, tetapi ditekan jadi Rp32,4 triliun di tahun 2023 setelah menaikkan iuran rakyat.
IAW menyoroti data jutaan peserta yang kacau, termasuk NIK ganda atau tidak valid.
Akibatnya beban APBN membengkak. Di tahun 2024, subsidi PBI mencapai Rp53,6 triliun.
Klaim penyakit besar seperti jantung dan kanker pada tahun 2023, menelan Rp34,7 triliun, membuat arus kas kritis.
Indonesian Audit Watch (IAW) memberikan lima rekomendasi langkah cepat dan tegas untuk BPJS agar lebih baik
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News