Pos Indonesia Dukung Gerakan Pangan Murah Serentak di 7.285 Kecamatan
"Pos Indonesia memiliki keunggulan dalam jaringan distribusi last mile dan layanan logistik yang dapat dimanfaatkan untuk memperlancar pergerakan pangan murah ini. Dengan sistem logistik yang terintegrasi, kami berkomitmen memastikan masyarakat di berbagai wilayah, termasuk pelosok, dapat merasakan manfaat program ini," ucap dia.
Gerakan Pangan Murah diharapkan tidak hanya membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan.
Komoditas yang dijual dalam GPM terdiri dari beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng Minyakita, gula pasir, hingga telur ayam.
Seluruh harga ditetapkan lebih rendah dibandingkan harga pasar maupun Harga Eceran Tertinggi (HET).
Dalam pelaksanaannya, beras SPHP 5 kilogram dijual seharga Rp60.000 atau Rp12.500 per kilogram untuk wilayah Jawa.
Harga ini lebih murah dibandingkan HET yang ditetapkan sebesar Rp62.500. Minyak goreng Minyakita dilepas Rp15.500 per liter, sedikit lebih rendah dari HET Rp15.700 per liter. Sementara gula pasir dan telur ayam menyesuikan daerahnya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, tujuan utama GPM adalah menjaga kestabilan harga pangan agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
“Kami ingin membangun ekosistem pangan yang sehat. Gerakan pangan murah ini merupakan upaya nyata untuk menjaga stabilitas pangan, khususnya beras, agar bisa diakses masyarakat dengan harga yang baik,” ujar Amran di Kementan. (mcr27/jpnn)
Pos Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap program Gerakan Pangan Murah, dan siap membantu distribusi pangan.
Redaktur : Yogi Faisal
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News