Dedi Mulyadi Gunakan Uang Bonus Persib untuk Bantuan Air Bersih di Karawang
jabar.jpnn.com, KARAWANG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tak ambil pusing terkait polemik pengembalian bonus oleh Persib Bandung.
Bonus yang berasal dari penggalangan dana ASN tersebut, akan dialihkan untuk membantu warga yang mengalami krisis air bersih.
Keputusan itu diambil, setelah orang nomor satu di Jawa Barat mendengar langsung keluhan warga di Karawang, yang selama ini hanya mengandalkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari.
"Di Karawang ada ibu-ibu protes, mereka berpuluh-puluh tahun tidak mendapat suplai air bersih. Di satu sisi ada kompleks industri megah menghasilkan puluhan miliar pajak setiap tahun, di sampingnya ada rakyat, tapi 210 rumah hidup dari air hujan," ucapnya.
Dirinya menuturkan, persoalan ini sebenarnya sudah direspons dengan pengalokasian dana dari APBD sebesar Rp700 juta.
Namun, karena mekanisme tender yang memakan waktu, tetapi dia tak ingin warga menunggu lebih lama.
Sehingga, untuk sementara Pemprov Jabar telah mengirimkan bantuan air bersih selama 10 hari, masing-masing enam tangki per hari.
"Tapi saya berpikir gimana caranya uang bisa digunakan untuk pasang paralon. Berapa biayanya? Rp700 juta, bisa (dikurangi) jadi Rp500 juta," ungkapnya.
Dedi Mulyadi putuskan uang bonus yang dikembalikan oleh Persib akan digunakan untuk bantuan air bersih kepada warga di Karawang
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News