14 Desa di Kabupaten Garut Dilanda Banjir dan Tanah Longsor
Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nurdin Yana mengatakan sesuai perintah dari Bupati dan Wakil Bupati Garut, pihaknya sudah mengerahkan jajaran dinasnya untuk melakukan upaya membantu menanggulangi daerah yang terdampak bencana alam.
Pemkab Garut, kata dia, saat ini belum dapat menetapkan status tanggap darurat untuk penanganan bencana alam yang melanda daerah itu. Pihaknya akan terlebih dahulu melakukan rapat untuk memutuskan status bencana.
"Akan melakukan teknis kaji cepat terkait kondisi di lapangan, apakah ini masuk dengan konteks format tanggap darurat," katanya.
Daerah yang terdampak bencana banjir, yakni sejumlah pemukiman warga dan kegiatan usaha ternak di Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi.
Kepala Desa Sukasenang Iwan Ridwan mengatakan banjir akibat luapan Sungai Cimanuk menyebabkan 27 rumah terdampak, begitu juga lahan pertanian seluas 17 hektare dan peternakan bebek dan domba.
Sejumlah personel gabungan TNI, Polri, aparatur pemerintah desa dan kecamatan, kata dia, turun ke lapangan untuk membantu masyarakat, dan mengevakuasi tujuh penggembala menggunakan perahu karet, berikut menyelamatkan seribuan bebek, dan mengevakuasi sekitar 50 ekor domba.
"Ada juga warga yang mengungsi ke rumah tetangga sekitar 15 rumah," katanya. (antara/jpnn)
BPB Kabupaten Garut mencatat sebanyak 14 desa dari 7 kecamatan dilanda banjir dan tanah longsor. 321 rumah terdampak
Redaktur & Reporter : Yogi Faisal
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News